Cloud Computing
Cloud Computing menjadikan internet sebagai basis dalam penyimpanan dan pengelolaan suatu data, untuk mengakses data tersebut pengguna diberikan semacam hak akses untuk login.
Ide Cloud Computing:
- Memisahkan infrastruktur IT dan sistem dapat diakses dimanapun dan kapanpun oleh >1 pihak.
- Mengurangi resiko jika terjadi kerusakan server (di perusahaan contohnya).
- Tingkat efisiensi cenderung tinggi karena perusahaan tidak perlu mengurus semua datanya secara mandiri.
Contoh aplikasi berbasis Cloud Computing:
- Media sosial (Line, facebook, twitter, instagram, dan lain-lain)
- Data sharing (e-mail, dropbox)
- Proses edukasi (e-learning, e-library)
- Bisnis (toko online)
Cloud Computing memiliki 3 model
- Public Cloud: Dapat digunakan bersama
- Private Cloud: Dapat digunakan oleh orang-orang tertentu yang memiliki akses
- Hybrid Cloud: Gabungan dari public dan private cloud.
Servis Model
- Premises: Pelanggan memiliki kontrol penuh terhadap suatu cloud (semua konfigurasi dilakukan secara manual oleh user)
- IAAS: Pelanggan memiliki kontrol separuh-separuh dengan cloud provider (melakukan konfigurasi manual tapi tidak sebanyak Premises)
- PAAS: Pelanggan memiliki kontrol yang sangat sedikit terhadap suatu cloud
- SAAS: Pelanggan tidak memiliki kontrol terhadap suatu cloud (tinggal pakai, instan)
Penggunaan Cloud
- Pemulihan (Back-up) server dengan melakukan replikasi server utama ke server cadangan dengan tujuan untuk mengamankan data yang penting. Back-up ini akan dipakai jika sewaktu-waktu terjadi kemalangan dan data di server utama mengalami kerusakan
- Back up as a service (BAAS), manajemen data untuk menjamin pemberian data dalam pemulihan server.
- Data as a service, menyimpan suatu data dalam cloud dengan tujuan untuk dibagikan, melakukan kolaborasi data, dan lain-lain.
Fear Unvertainty Doubts (FUDs)
- Performa: tergantung pada servis yang dipilih
- Keamanan: dapat memilih opsi pengamanan
- Ketersediaan cloud
- Confidentiallity: lewat perjanjian (agreement)

Comments
Post a Comment